Senin, 03 Maret 2014

marilah bergabung dengan (lembaga kursus dan pelatihan pijat tradisional anugerah) BAGI REKAN REKAN FB YANG BELUM PUNYA PEKERJAAN TETAP/INGIN PENGHASILAN TAMBAHAN INCOME MENJADI PENGUSAHA BUKA KLINIK PIJAT TRADISIONAL HUBUNGI KANTOR:022-87780888 HP.082126656222-081322099067 BATUJAJAR KAB.BANDUNG BARAT 40561..


Pohon jarak
Pohon jarak adalah tanaman perdu yang banyak dijumpai di halaman rumah, bila si empunya mempunyai hobi menanam tanaman toga (tanaman obat keluarga). Bisa juga dijumpai di banyak areal pemakanan umum. Cara menanamnya, sebenarnya, cukup mudah. Kita patahkan pohon jarak yang masih hidup lalu kita tanam di tanah yang layak. Kalau tidak ada tanah, bisa juga ditaman di atas pot. Asal kita rajin menyirami insya Allah dalam waktu sebulan atau paling lama dua bulan tanaman sudah mulai berdaun. Daun jarak inilah yang banyak manfaatnya.
Pada saat istri selesai menjalani bedah caesar, untuk kelahiran anak saya yang nomor 2, karenarahimnya tertutup varises, kata dokter, baru boleh minum atau makan apabila sudah kentut. Ditunggu sampai 5 jam ternyata belum keluar juga itu kentut.
Kata Dokter istri saya harus menggerak-gerakkan badannya, supaya segera bisa kentut. Jangankan bergerak-berak. Untuk memiringkan badan saja sakitnya setengah mati, begitu rintih istri saya. Lantas saya ingat daun jarak. Untung lokasi Rumah Sakit Bersalin tersebut dekat dengan areal pemakaman umum.
Segera saya mengambil daun jarak barang 5 buah. Kemudian saya masukkan ke rantang yang telah saya isi air panas. Sejurus kemudian saya keringkan daun jarak tersebut. Kemudian saya remas-remas hingga keluar minyaknya. Lantas saya olesi minyak kayu putih secukupnya. Lalu saya tempelkan di perut dan di punggung istri saya.
Alhamdulillah, satu jam kemudian, yang ditunggu-tunggu pun akhirnya hadir juga.

Daun dewa
Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour) Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit. Menurut penelitian dari Fakultas Farmasi UGM dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pada beberapa tulisannya mengenai tumbuhan berkhasiat obat Indonesia Prof HM Hembing Wijayakusuma menyampaikan bahwa daun dewa memiliki banyak khasiat. Manfaat itu berasal dari daun dan umbinya. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Sementara umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.

Daun dewa tergolong tumbuhan semak yang subur pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Tinggi tumbuhan ini bisa mencapai 50 cm. Daunnya tunggal bertangkai pendek berbentuk bundar telur berujung lancip. Kedua permukaan daunnya berambut dengan warna putih. Warna permukaan daun di bagian atas hijau tua, sedangkan di bawahnya berwarna hijau muda. Bunganya terletak di bagian ujung batang, berwarna kuning berbentuk bonggol.

Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun. Daun dewa mengandung zat saponin, minyak atsiri, flavonoid, dan tanin. Efek farmakologis didapatkan dari seluruh tanaman.

Dalam buku Kebun Tanaman Obat Karyasari disebutkan bahwa daun dewa juga bisa mengatasi kejang pada anak dan beberapa jenis pendarahan. Untuk mengatasi luka terpukul, tak datang haid, pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk, dan muntah darah seluruh tanaman daun dewa ditumbuk, atau direbus, lalu airnya diminum. Bila anak-anak mengalami kejang beri minum air dari satu batang daun dewa.